Informasi Berita Aktual - Salah satu dari dua objek yang diduga bangkai kapal motor (KM) Sinar Bangun tersangkut jaring atau trawl (pukat) KMP Sumut I.
Tim SAR gabungan pun menerjunkan mobil derek untuk mengangkat objek tersebut pada lanjutan pencarian pada hari kesebelas, Kamis, 28 Juni 2018.
Mobil derek tersebut ada di salah satu kapal feri KMP Sumut. KMP Sumut I dan II, termasuk dalam 13 kapal yang ikut menarik objek yang diduga bangkai KM Sinar Bangun.
KMP Sumut I bergerak dari Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun pada pukul 08.00 WIB dan sandar kembali pukul 12.30 WIB memuat mobil derek tersebut.
Pencarian mengerahkan alat "Remotely Operation Underwater Vehicle (ROV)" yang mampu menampilkan visual sampai kedalaman 500 meter di bawah air.
Namun hingga Kamis siang, alat tersebut belum bisa menemukan posisi kapal, bahkan di titik deteksi objek dari "Multibeam scan sonar."
Sementara konsentrasi massa dari pihak keluarga penumpang kapal dan pengunjung yang menyaksikan proses pencarian di Pelabuhan Tiga Ras sudah berkurang.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi dua objek yang diduga merupakan bangkai kapal motor (KM) Sinar Bangun. Objek itu, berada di kedalaman 450 m atau jarak 2 km dan 2,5 km dari Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (Sumut).
Deputi Operasi Basarnas Brigjen TNI Nugroho Budi mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih belum yakin dua objek, yang ditemukan Minggu, 24 Juni 2018 merupakan bangkai KM Sinar Bangun.
"Kita tetap belum yakin 100 persen, jadi perlu pendalaman lagi. Memang objek itu panjangnya 20-25 meter dengan tinggi 5 meter. Tapi kita belum yakin maka harus beberapa kali diperiksa dan akan kita undang ahli untuk memastikan itu KM Sinar Bangun atau tidak," katanya Senin, 25 Juni 2018, seperti dilansir rri.co.id.
Berdasarkan perkembangan terbaru hasil sinkronisasi data sebanyak 21 orang selamat dan korban tewas tenggelam sudah ditemukan sebanyak tiga orang dan 164 lainnya masih hilang.
Tim penyelamat gabungan seperti Basarnas, TNI AL, AD dan AU serta kepolisian, BPBD, PMI dan relawan SAR terus melakukan pencarian korban hilang, mengingat masa pencarian akhirnya diperpanjang karena mendapat atensi dari pusat.
Sebelumnya, tim penyelamat akan menghentikan pencarian para korban apabila dalam 10 hari tidak menemukan korban-korban KM Sinar Bangun yang masih hilang sejak 18 Juni lalu, Kapal nahas tenggelam sekita pukul 17.15 WIB ketika berlayar dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tiga Ras di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. DM
Baca Juga : Dua Warga Meninggal Saat Melakukan Pencoblosan Di TPS | Agen Poker
Baca Juga : Tarif Kereta Api Naik Sejak 1 Juli 2018 | Agen Poker



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.