Informasi Berita Aktual - Dengan 260 juta penduduk, Indonesia tidak akan pernah kehabisan talenta berbakat. Mereka adalah anak bangsa yang memiliki sikap ulet, semangat melawan puas, selalu menempa diri dan menorehkan prestasi demi prestasi.
Hal tersebut yang juga tersemat pada diri Kamila Andini. Seorang sineas muda yang banyak belajar dari ayahnya, Garin Nugroho, mengenai seluk-beluk dunia film dan penyutradaraan.
Kecintaannya pada dunia perfilman membuat Kamila berhasil mengukir sejumlah prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Paling anyar, sutradara kelahiran Jakarta itu berhasil membawa pulang piala Grand Prix dari ajang Berlin International Film Festival ke-68 tahun ini.
Saat berkunjung ke Menara , Jakarta, Kamis (18/10/2018), Kamila mengungkap rahasia bisa menorehkan berbagai prestasi. Menurut Kamila, sesungguhnya sejak masa belianya, sang ayah tak secara langsung mengarahkan untuk tertarik pada industri film.
“Ya, susah juga (diajarkan) karena influence tiap orang itu berbeda-beda. Namun, waktu kecil, papa sering menaruh buku lukisan. Nah, kebiasaan melihat seperti itu, pas dewasa akhirnya aku jadi terlatih secara visual,” ungkap Kamila.
Ia mengatakan, selera visual yang ditularkan ayahnya memiliki dampak positif untuk kariernya. “Satu contoh lagi, rumah masa kecilku itu dekat sungai. Pada masa tersebut, papa minta aku membuat puisi dengan melihat sungai.
Awalnya bingung, tetapi lama-lama jadi terlatih berpikir kritis,” sambungnya. “Paling penting itu adanya ruang bertumbuh. Selera harus dibangun sejak kecil,” jelas Garin mengenai cara mengasah bakat visual Kamila.
Berkarya Untuk Bangsa, Dalam Balutan Semangat Melawan Puas Dua generasi sutradara terbaik Indonesia, Garin Nugroho dan Kamila Andini, merupakan sebagian dari talenta-talenta negeri ini yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya-karya terbaik, mengharumkan nama bangsa dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka adalah generasi yang terus berusaha melawan rasa puasnya.
Warisan semangat melawan rasa puas dari orangtua ke anak seperti Garin kepada Kamila, menjadi prinsip yang dijalankan oleh perusahaan consumer goods asli Indonesia, OT.
Pendiri OT dari generasi ke generasi, sampai generasi ke-3, founder generasi sebelumnya sebagai orang tua, mewariskan semangat untuk terus melawan puas, mengalahkan prestasi sebelumnya. Dalam memperingati hari jadi ke-70, OT meluncurkan kampanye bertema #lawanpuasmu.
OT mengapresiasi setiap semangat melawan puas dari konsumen, pelanggan, relasi bisnis, pemegang saham, karyawan dan stakeholder lainnya, serta menjadikannya inspirasi untuk terus berkarya.
Melalui visi baru “Go Beyond”, OT juga berharap agar setiap karyawan dan masyarakat Indonesia memiliki semangat berkarya dengan tidak mudah puas, selalu berusaha menghasilkan prestasi demi prestasi, dan tidak berhenti lama dalam merayakan kemenangan.
Sejak berdiri pada 1948, OT telah berkembang dari awalnya produsen minuman kesehatan tradisional menjadi kian modern. Transformasi itu tetap tidak meninggalkan sikap positif dan nilai-nilai luhur yang dicetuskan oleh pendiri perusahaan.
Hingga kini, OT terus-menerus menghadirkan produk consumer goods untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia.
Bahkan, aneka produknya telah menembus pasar internasional. OT telah menghasilkan beragam produk berkualitas, mulai dari makanan, minuman, hingga produk perawatan diri, antara lain Formula, Tango, Teh Gelas, MintZ, Blaster, Oops, Kiranti, Crystalline, Vita Jelly, Fullo, Klop, Jagak dan beberapa merek lainnya.
OT juga telah mengembangkan sayap bisnisnya ke dunia ritel dengan mengelola sejumlah merek ritel yaitu : Mor, Beau dan JYSK.
Baca Juga : Jakarta untuk menghapus 60 billboard | Agen Poker
Baca Juga : Indonesia untuk mengambil bagian dalam konferensi investasi Riyadh | Agen Poker



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.