Informasi Berita Aktual - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menilai kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 6 persen merupakan situasi yang perlu diwaspadai.
Menurut Totok, angka itu bisa meningkat lagi hingga mencapai titik kritis. Artinya, kenaikan ini membuat para pelaku bisnis harus berhati-hati dalam menentukan langkah, termasuk dalam bisnis properti.#agenpoker
“Sekarang ini lampu kuning, belum mencapai titik kritis, jangan sampai tercapai. Nantinya bisa berpengaruh terhadap pasar,” kata Totok , Selasa (27/11/2018).
Namun, ketika didesak berapa angka titik kritis itu, Toto enggan menyebutnya. “Bisa geger nanti,” imbuhnya.
Totok menilai kebijakan perekonomian pemerintah dengan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate ini diimbangi dengan memberi insentif di sektor properti.
Salah satunya yaitu menurunkan tarif PPh Pasal 22 terhadap properti yang tergolong barang mewah dari 5 persen menjadi 1 persen.
Selain itu, juga ada relaksasi loan to value (LTV) yang dikeluarkan BI pada Agustus lalu. “Kebijakan pemerintah itu ada yang naik dan turun.#agenpoker
BI Rate naik, tapi PPh Pasal 22 diturunkan, lalu ada relaksasi LTV juga. Tapi kalau BI Rate naik terus, kondisi mikro-ekonomi yang slow down akan makin terpuruk,” ungkap Totok.
Maka dari itu, dia berharap pemerintah menelurkan kebijakan yang bisa menggairahkan kondisi perekonomian dan membuat bilai rupiah semakin kuat.
Baca Juga : Bonus Juara BWF Junior Championship 2018 | Agen Poker
Baca Juga : Pemerintah Bersiap - Siap Mengadakan Kongres Kebudayaan Indonesia | Agen Poker


